Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma

Lebih dari 50% kasus asma di Amerika Serikat disebabkan oleh alergi, terutama terhadap kucing, demikian hasil penelitian yang dirilis oleh Institut Kesehatan Nasional (NIH).

Para pengidap asma, yaitu orang yang memiliki alergi, diperdebatkan oleh kalangan medis berkaitan erat dengan hewan peliharaan, debu, kuman, jamur, makanan, kecoa, debu jalanan, asap dan daun gugur. Jika serangan asma datang, dampaknya bisa sangat mengancam keselamatan jiwa.

Lemahnya konsensus di kalangan para dokter membuat para orang tua pengidap asma banyak yang merana akibat melihat anaknya sulit tidur dan bernafas pada malam hari, tanpa tahu apa yang bisa mereka lakukan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekitar 56,3% kasus asma ternyata disebabkan oleh alergi yang ditimbulkan oleh interaksi gen-lingkungan sekitar dan bisa ditangani dengan tes kulit, kata Darryl C. Zeldin, peneliti senior di NIH.

Alergi kucing didapati terjadi pada 29,3% kasus asma, diikuti oleh jamur Alternaria yang menyebabkan 21,1%, dan Oak putih 20,9%. Oak putih adalah pohon tua yang aslinya hidup di Amerika Utara dan dapat ditemukan pula hingga Texas dan Minnesota.

“Hasil penelitian ini menginformasikan kepada kita bahwa alergi adalah faktor utama munculnya asma,” kata Peter Gergen dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

“Tapi penelitian ini juga memberitahukan pada kita bahwa ada banyak orang yang mengidap asma tapi tidak mengalami alergi. Kita masih harus banyak melakukan penelitian untuk memahami penyebab asma yang tidak terkait dengan alergi ini,” katanya.

Beberapa jenis unsur penyebab alergi lainnya pun turut diuji, di antaranya rumput-rumputan, rumput Bermuda, kacang, dan kecoa Jerman, tapi hanya kucing, jamur, dan Oak putih yang positif dan secara independen terkait langsung dengan asma.

“Sensitivitas terhadap kucing terlihat sebagai faktor resiko terbesar dalam kemunculan asma,” kata Zeldin.

Sebagian peneliti memperkirakan paparan terhadap kucing pada usia-usia dini bisa melindungi anak dari alergi, tapi jika anak sudah menunjukkan gejala-gejala alergi terhadap kucing atau asma, maka orang tua seharusnya menyingkirkan binatang peliharaan mereka itu dari rumah.

Sekitar 10.500 orang diteliti keterkaitannya dengan atopi atau alergi, sebagai bagian dari penelitian ketiga Kesehatan Nasional dan Uji Nutrisi terhadap populasi Amerika Serikat.

“Penelitian ini memastikan bahwa lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap perkembangan asma seseorang,” kata Zeldin. “Memang penyakit ini kompleks dan tidak mudah, tapi bila kita bisa mencegah kemunculan gejala dan alerginya, maka banyak kasus asma bisa dicegah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: