nilai UAN semakin tinggi.. apa mampu?

Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) pertama kali digulirkan di Indonesia pada tahun pelajaran 2001/2002 yaitu suatu penilaian terhadap sebuah jenjang pendidikan untuk menentukan kelulusan atau ketamatan peserta didik yang sebelumnya dikenal dengan istilah EBTA/EBTANAS dimana tahun lalu telah “memakan banyak korban” dan sekarang sudah berada lagi “di depan pintu dengan kriteria yang lebih berat dan boleh jadi akan memakan korban lebih banyak lagi.


UAN dan UAS adalah kegiatan penilaian peserta didik yang telah menyelesaikan seluruh kurikulum suatu jenjang pendidikan pada jalur sekolah/madrasah yang diselenggarakan secara nasional. Sekolah/madrasah tersebut terdiri dari jenjang Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) dan jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), sedangkan UAS dilaksanakan pada Sekolah Dasar (SD)
UAN meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir sesuai dengan kurikulum nasional dan dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis dan ujian praktik. Dalam UAN ada dua macam soal yaitu soal yang berasal dari Depdikmas Pusat (kewenangan pusat) dan soal kewenangan sekolah. Soal kewenangan pusat yaitu soal yang telah dikalibrasi (telah standar) sehingga diharapkan dapat mengetahui tingkat kualitas pendidikan di setiap Sekolah/Madrasah, Kabupaten/Kota, dan Propinsi, sedangkan soal kewenangan sekolah pada umumnya dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk menjawa kualitas soal.


Mengenai koreksi/pemeriksaan hasil pekerjaan peserta UAN untuk soal yang berasal dari Depdinas pusat akan dilaksanakan di Dinas Diknas Propinsi dengan menggunakan komputer dan soal yang menjadi kewenangan sekolah diperiksa secara silang antar sekolah atau antar kelompok sekolah.


Departemen Pendidikan Nasional telah meneribitkan keputusan Mendiknas Nomor 153/U/2003 tanggal 14 Oktober 2003 mengenai Standar Prosedur Operasional (SPO) Ujian Nasional tahun Pelajaran 2003/2004. dalam SPO tersebut telah ditetapkan jadwal pelaksanaan UAN yaitu untuk ujian utama SMA/MTs tanggal 10-17 Mei 2004, SMK tanggal 10-5 Mei 2004, SMP/MTs tanggal 24-31 Mei 2004, SMALB/SMPLB tanggal 1-7 2004.


Kelulusan Peserta UAN
Untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (School Based Management) diperlukan adanya standar mutu pendidikan nasional yang terukur secara nasional pada akhir satuan pendidikan yang salah satu alat ukurnya adalah nilai UAN. Untuk memenuhi fungsi UAN yaitu sebagai alat pengendali pendidikan secara nasional dan pendorong peningkatan mutu pendidikan, maka kelulusan peserta UAN dikembangkan dari tahun ke tahun.
Sembagai bahan perbandingan kelulusan peserta UAN antara tahun pelajaran 2002/2003 dengan tahun pelajaran 2003/2004, yaitu :
Tahun Pelajaran 2002/2003,
(1) Kriteria Kelulusan,
“Memiliki nilai semua mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan tidak terdapat nilai ( 3,00 serta rata-rata seluruh mata pelajaran renda 6,00”,
(2) Semua peserta UAN menerima Surat Tanda Kelulusan (STK) dan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Bagi yang tidak lulus STKnya diberi keterangan tidak dapat melanjutkan pendidikan tidak dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi,
(3) Peserta yang tidak lulus/lulus dapat memperbaiki predikat prestasi dengan mengikuti ujian ulangan yang pelaksanaannya akan diatur oleh Pusat Penilaian Pendidikan
Tahun Pelajaran 2003/2004,
(1) Kriteria kelulusan,
“Memiliki nilai semua mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan tidak terdapat nilai ( 4, 00
(2) Peserta UAN yang dinyatakan lulus menerima Surat Tanda Lulus dan berhak mendapat Ijazah
(3) Peserta yang tidak lulus dapat mengikuti UAN tahun berikutnya dan wajib mengulang di kelas terakhir
Mencermati kelulusan peserta UAN pada tahun pelajaran 2002/2003 dengan tahun pelajaran 2003/2004 terjadi perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai minimal yang harus diperoleh seorang peserta untuk setiap mata pelajaran, yaitu untuk tahun lalu 3,01 sedangkan untuk tahun ini 4,01. hal mendasar lain yang berbeda adalah sistem penilaian untuk mata pelajaran yang dipraktekkan. Pada tahun lalu diadakan penggabungan nilai ujian tertulis dan ujian praktek dengan ketentuan (70 % x ujian tertulis + x 30% x ujian praktek), sedangkan tahun ini nilai ujian tertulis dan ujian praktek masing-masing tersendiri.
Dengan terpisahnya nilai ujian praktik dan ujian tertulis pada nilai UAN tahun pelajaran 2003/2004, maka dapat ditegaskan bahwa “seorang peserta UAN dinyatakan lulus apabila memiliki nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan secara nasional baik tertulis maupun praktik dan tidak terapat nilai 4,00”.


Analisa Kasar Skor Minimal
Pedoman penskoran yang digunakan untuk soal pilihan ganda (multi coie) pada jenjang SLTP dan SLTA sampai sekarang adalah untuk setiap jawab yang benar skor 1 dan salah skor 0. jika diasumsikan untuk setiap nomor soal mempunyai nilai yang sama maka skor minimum yang harus dicapai agar bisa lulus dapat dianalisa.
(i) Soal Kewenangan Pusat
a. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain (Bahasa arab, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis atau Bahasa Mandarin), jumlah soalnya masing-masing 60, ini berarti skor maksimal 60. Untuk memperoleh nilai 4,00 skornya adalah 4,00/10,00 x 60 = 24. Skor minimum untuk bisa lulus adalah skor nilai 4,00 ditambah 1 (Satu). Dengan demikian skor minimal untuk lulus adalah 25 (tahun lalu 17)
b. Matematika, jumlah soal 40, berarti skor maksimal 40. Untuk memperoleh nilai 4,00 skornya adalah 4,00/10,00 x 40 = 16. Jadi skor minimal untuk lulus adalah 17 (tahun lalu 13)
c. Ekonomi, jumlah soal 45 berarti skor maksimal 45. Untuk memperoleh nilai 4,00 skornya adalah 4,00/10,00 x 45 = 18. jadi skor minimal untuk lulus adalah 19 (tahun lalu 14)
(ii) Soal Kewenangan Sekolah
Untuk SMA/MA program IPS, SMA/MA, program bahasa dan SMP/MTs semua mata pelajaran jumlah soalnya masing-masing 50. Untuk SMA/MA program IPA semua mata pekajaran jumlah soalnya masing-masing 50 kecuali Fisika dan Kimia masing-masing 45. Sedangkan untuk SMK mata pelajaran yang termasuk kelompok eksakta jumlah soalnya masing-masing 45 dan mata pelajaran non eksakta masing-masing 50. Pedoman penilaian pada Ujian Akhir untuk jenis soal kombinasi (gambungan pilihan ganda dan uraian) adalah menggunakan aturan : Nilai maksimum soal-soal pilihan ganda adalah 8,00 dan Nilai maksimum soal-soal Uraian adalah 2,00, sehingga Nilai maksimum soal-soal Keseluruhan = 10,00,”. Karena pemeriksaan soal-soal kewenangan sekolah pada umumnya masih manual maka untuk mempermudah penetapan nilai biasanya disepakati bahwa nilai untuk setiap nomor soal adalah sama. Adapun pemberian skor untuk soal uraian didasarkan pada langkah-langkah/kata-kata kunci yang digunakan pada jawaban.
Sebagai Ilustrasi untuk jumlah soal 50 (45 soal pilihan ganda + soal uraian), misalnya seorang siswa hanya mampu menjawab dengan benar soal uraian 50 % berarti nilai yang diperoleh (50/100 x 2,00) = 1, maka siswa tersebut harus dapat memperoleh skor minimum 17 pada soal pilihan ganda dengan nilai 17/45 x 8,00 = 3,02 atau sebaliknya dengan nilai akhir (1,00 + 3,02) = 4,02. Dan Ilustrai untuk jumlah soal 45 (40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian), misalnya seorang siswa hanya mampu menjawab dengan benar soal pilihan ganda sejumlah 15 soal (skor 15) berarti nilai yang diperoleh (15/45 x 8,00) = 3,00 maka siswa tersebut harus mampu menjawab dengan benar soal uraian minimal 51 % berarti nilai yang diperoleh 51/100 x 2,00 = 1,02 atau sebaliknya dengan nilai akhir, (3,00 + 1,02) = 3,02.


Dengan memperhatikan kriteria kelulusan yaitu bagi peserta yang tidak lulus hanya dapat mengikuti UAN tahun berikutnya dan wajib mengulang di kelas terakhir, maka agar dapat sukses sudah seyoginya setiap peserta UAN melakukan kiat-kiat berikut :
1. Meningkatkan kemampuan dalam penguasaan seluruh materi kurikulum yang telah diselesaikan dengan cara mempelajari kembali bahan ajar pada tingkat/kelas yang lebih rendah.
2. Meningkatkan keterampilan dalam menyelesaikan soal dengan cara memperbanyak latihan menyelesaikan soal-soal yang bervariasi dan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda misalnya soal-soal ujian Nasional tahun-tahun yang lalu atau soal-soal lain yang telah dikalibrasi.
3. Menjaga kondisi fisik dan psikis untuk menghadapi hari pelaksanaan tes UAN.
4. Pada pelaksanaan tes UAN memusatkan konsentrasi untuk menjawab soal dengan benar sebanyak mungkin karena alokasi waktu rata-rata untuk setiap nomor soal relatif singkat, misalnya untuk Matematika hanya 3 menit sedangkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris hanya 2 menit.
5. Menjaga kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan lembaran jawaban tidak terbaca oleh komputer, misalnya cara menghitamkan bulatan yang kurang tepat, lembaran jawaban basah, kotor atau terlipat.
Pengumuman kelulusan UAN pada tanggal 14 Juni 2004 untuk SMA/MA/SMK dan SMP/MTs/SMPLB/SMALB pada tanggal 28 Juni 2004. pantaslah bersyukur kehadirat Allah SWT bagi mereka yang telah berhasil, tapi tidak sudah berkecil hati bagi yang belum lulus tahun ini, karena pada hakikatnya kegagalan adalah kemenangan yang tertunda, begitulah petuah orang bijak. Bukannya melakukan aksi kegembiraan yang terlalu berlebihan bagi yang berhasil, misalnya coret-coret dengan pilox, ngebut dijalan raya sedangkan yang tidak lulus melakukan tindakan-tindakan anarkis bahkan ada yang nekat mengakhiri masa hidupnya. Tapi tunjukkanlah kepada masyarakat baik yang berhasil maupun yang tidak lulus bahwa kalian adalah orang-orang terdidik yang mempunyai budi pekerti luhur, berkepribadian, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


sumber : radarsulteng.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: